Evaluasi Peran Distrik Navigasi Tanjung Emas Dalam Menekan Angka Insiden Kapal di Pesisir Jawa Tengah (2024-2026)

Isi Artikel Utama

Adela Apriuli Maharani
Cecillia Dyah Afsari
Kiki Ambar Purwanti
Lukman Yudho Prakoso2

Abstrak

Keselamatan pelayaran merupakan pilar utama ketahanan maritim Indonesia sebagai negara kepulauan. Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Tanjung Emas memiliki mandat menyediakan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di perairan Jawa Tengah seluas 145.536 km². Namun data empiris menunjukkan lonjakan insiden kapal dari 15 insiden (2024) menjadi 38 insiden (2025). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari dokumen profil Disnav Tanjung Emas, data insiden kapal periode 2024–2026, serta kajian literatur. Analisis dilakukan menggunakan performance gap analysis. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan dominasi insiden larat (16 kejadian) dan kandas (15 kejadian) yang berkorelasi dengan lemahnya fungsi navigasi. Kesenjangan kinerja terberat terjadi pada aspek pemeliharaan SBNP dan telekomunikasi pelayaran. Efektivitas peran Disnav Tanjung Emas dalam menekan insiden kapal belum optimal. Diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor dan program pemberdayaan masyarakat pesisir.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Evaluasi Peran Distrik Navigasi Tanjung Emas Dalam Menekan Angka Insiden Kapal di Pesisir Jawa Tengah (2024-2026). (2026). Journal Keamanan Dan Keselamatan Maritim, 1(2), 102-109. https://fkn.unhan.org/jkkm/article/view/95

Referensi

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik transportasi laut Indonesia 2025. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

Bryson, J. M. (2018). Strategic planning for public and nonprofit organizations: A guide to strengthening and sustaining organizational achievement (5th ed.). John Wiley & Sons.

Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Tanjung Emas. (2026). Profil Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Tanjung Emas. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Huda, S., Rahayu, T., & Firdaus, M. I. (2025). Evaluating the implementation of modern navigation systems to improve maritime safety in Indonesia. International Journal of Marine Engineering Innovation and Research, *10*(4), 1361–1367. https://doi.org/10.12962/j25481479.v10i4

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2024). Laporan tahunan keselamatan pelayaran 2024. Kementerian Perhubungan.

Liputan6.com. (2025, Oktober 12). ABK asal Batang tewas dalam insiden kapal meledak di Samudera Hindia, 7 orang luka berat. Liputan6. https://www.liputan6.com/regional/read/6182468/

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2011 tentang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). (2011).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian. (2010).

RRI.co.id. (2025, Desember 18). Kepala stasiun radio pantai imbau jaga navigasi. RRI.co.id. https://rri.co.id/fak-fak/regional/2049486/

Santoso, B., & Priyanto, S. (2023). Ketahanan maritim dan keselamatan pelayaran di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Jurnal Ketahanan Nasional, *29*(2), 145–162.

Tribunjateng.com. (2025, Juli 20). Insiden 3 kapal terbalik saat larung sesaji di Pantai Genjik Purworejo, dihantam gelombang 5 meter. Tribunjateng.com. https://jateng.tribunnews.com/2025/07/20/insiden-3-kapal-terbalik-saat-larung-sesaji-di-pantai-genjik-purworejo-dihantam-gelombang-5-meter

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. (2008). Lembaran Negara RI Tahun 2008, Tambahan Lembaran Negara RI No. 4849.

Wahyudi, H., & Saputra, A. (2024). Faktor-faktor penyebab kecelakaan kapal nelayan di perairan Pantura Jawa Tengah. Jurnal Keselamatan Transportasi Laut, *12*(2), 40–52.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.